10 Komentar

Mas jiwo Pogog sang Pejuang Pertanian

Jajay Wahyono atau yang akrab disebut dengan nama Mas Jiwo Pogog adalah Orang desa Gawok, Solo : penggagas, penggerak dan pelaksana berbagai kegiatan pembangunan pedesaan di desa Pogog, kalurahan Tengger, kecamatan Puhpelem, kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Program terbaru adalah program pepayanisasi di desa Pogog yaitu penanaman pepaya secara massal yang diikuti 51 petani (data Nov, 08) dengan jumlah bibit pepaya sebanyak 4.000 bibit. Pepayanisasi dimulai awal 2008, penanaman bibit Oktober 2008, panen perdana Juli 2009 nanti. Beliau bukanlah seorang PNS ataupun pegawai dari LSM yang menagani berbagai kegiatan Soisal.

Berangkat dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada tahun 1993 dan bersama temen-temennya dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama dua bulan di desa Pogog tersebut. Pada tahun 2003 yang lalu Mas Jiwo semakin intensif menjalin kontak dengan warga desa Pogog. Sejak itu pula Mas Jiwo mampu melihat peluang pengembangan perekonomian warga dan potensi di desa tersebut di mana warganya sendiri juga semangat untuk berdikarai dan tetap ceria dalam keterbatasan. Sejak saat itu pula juga, Mas Jiwo mulai menjalankan program KKN lagi untuk desa Pogog walau kini seorang diri. Kesemuanya itu dia lakukan seorang diri, tenaga, biaya dan pemikiran serta kemampuan saya sendiri.

Diantara sekian kegagalan ada satu yang hal yang sepertinya menjanjikan keberhasilan, yakni budidaya agrobisnis. Komoditas apa yang cocok untuk daerah kering ini?  Mas jiwopun menemukan jawabannya pada tahun 2007 yang lalu. Dengan tanpa pikir panjang, muncullah sebuah ide untuk menanam pepaya thailand. Hal itu  dilakukan semata-mata hanya ingin membuktikan bahwa dia bisa membangun desa Pogog ini meski tanpa bantuan dari pihak manapun. Dan beliau berkeinginan untuk membuat sebuah modul pembangunan ala pedesaan yang bisa diterapkan, ditiry, dan diaplikasikan di daerah lain dan dilakukan oleh orang lain tanpa adanya pemboroson biaya.

Sampai saat ini Mas Jiwo masih mendampingi masyrakat Desa Pogog dengan melakukan penanaman buah pepaya dengan jumlah sekitar 4.000 batang bibit dan menjangkau sekitar 51 orang peteni ( update data Nov ’08: 53 petan)

Bukti nyata kegiatan tersebut dapat dibuktikan pada awal Agustus 2009. Hasil dari pepayanisasi di desa Pogog ini dapat di panen setiap 3 hari sekali. Meski belum mencapai panen secara maksimal dan belum merata untuk semua petani di desa Pogog tersebut, tetapi ini merupakan sebuah teladan yang patut ditiru oleh kaum muda kita. Di mana negara yang berjulukan sebagai negara  Agraris, tetapi hanya sedikit pemudanya yang berminat dalam bidang pertanian.

Oleh karena itu, mari kita berfikir dan mencermati kembali bahwasannya perekonomian itu ternyata dapat dengan mudah kita dongkrak dan di awali dengan bidang pertanian. Dan ternyata menjadi petani itu tidaklah harus misikin, seperti apa yang selama ini kita dengar. Menjadi petani cukuplah mudah dan bisa memberikan kehidupan yang Insaallah lebih dari cikup.

foto:http: //desapogog.multiply.com

10 comments on “Mas jiwo Pogog sang Pejuang Pertanian

  1. coba di negeri bbm endonesa banyak yang kreatif kek gitu,sayangnya di negeri bbm itu kreatifnya untuk mengkorupsi duit negara

  2. Salam Takzim
    Pejuang pertanian yang gigih, terimakasih kunjungannya mas
    Salam Takzim Batavusqu

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.